Monday, July 30, 2007

ronda

Surat edaran dari RT
tidak pernah tidak berisi kabar buruk buat saya.
Termasuk yang sore ini sampai di meja saya,
(beneran sampai ke meja lho, seperti redaksi saja ya).
Selebaran kali ini.... (drum roll) ah! jadwal ronda!
Suatu manifestasi dari sistem pertahanan semesta
yang melibatkan seluruh anggota masyarakat.
Istilah kerennya yang anak SD juga tahu,
Siskamling (entah kalau anak SD sekarang masih tahu atau tidak).
Sistem Keamanan Lingkungan... kalau tidak salah.
Sistem semacam ini sudah menjadi kewajiban dalam organisasi gadungan macam RT-RW.
Dan tidak ada suatu rukun tanpa suatu sistem keamanannya,
seperti partai dengan satgas-nya.
Biasanya ronda - rondaan begini hanya bertahan beberapa minggu saja,
malah kadang ngga sampe seminggu anggotanya sudah pada ilang.
Biasanya saya melarikan diri dari kewajiban dengan alasan yang dibuat - buat,
kuliah lah, nonton gig lah, pacaran lah hahaha.
Tapi ketika saya sedang memikirkan satu alasan
yang kick ass buat mangkir dari acara jalan - jalan malem pake sarung
dan kentongan ini,
saya lihat tim ronda saya adalah teman - teman lama masa kecil saya semua!
Hey ini bisa jadi ajang reuni,
menggingat kembali masa - masa lalu ketika masih sama - sama main perang - perangan,
jadi kura - kura ninja, sampai nge-band bareng.
Ah ya ya ya sepertinya saya akan meluangkan waktu buat keliling bersama mereka selasa depan...
dengan sebotol intisari dan marlboro tentunya. :D

pembenaran dari ketidakpeduliaan


"Mas... mas... asapnya jangan diarahkan ke sini dong!"
"Ya ya" sambil mas - mas itu mematikan rokoknya yang memang sudah tinggal gabus terbakar.
Si mas dalam hati berkata, "Kan enak kalau semua orang seperti mbak ini, ngga perlu pake over acting batuk - batuk kayak bengek, langsung negor aja ke orangnya."
Ah si mas ini hanya mencari pembenaran dari ketidakpeduliannya sendiri.

TERNYATA PAGIKU DI HARI MINGGU


bila besok kalian bertemu pagiku
suruh dia kembali
aku sudah lupa bagaimana rupanya
di hari minggu
hari dimana aku selalu datang, dulunya

aku sudah lupa bagaimana rasanya
dia harus tahu, aku masih butuh dia
mungkin kelihatannya egois memang
saat aku bangun dan matahari telah meninggi
tapi setidaknya dia harus tahu
aku masih mencarinya

ternyata pagiku..

alah !! suruh saja dia pulang

dia sudah tahu alasannya

TIPS MENCARI PACAR DI JAMAN SEKARANG


1. Yang jelas pilih yang jenis kelaminnya beda,
kecuali anda siap masuk Sergap, Brutal, atau mungkin Pemburu Hantu

2. Pilih yang seiman,
biar Vatican sudah memberi kelunggaran buat perkawinan beda agama,
orang tua kita jauh lebih dogmatis daripada Paus.
Coba pikirkan kedudukan mereka dalam masyarakat.

3. Lupakan cinta, carilah pasangan yang mapan,
bisa diandalkan, dimana anda berdua bisa saling melengkapi
untuk mengarungi kehidupan bergelimang harta benda

4. Sudah itu saja, saya tidak ada ide lain.
Game RPG masih jauh lebih menarik ketimbang hal beginian.

UNTUKMU DAN UNTUK AKU YANG SOK TAHU


apa yang ingin kau buktikan pada dunia ?
minum, rokok, obat-obatan ?
sebenarnya kau marah pada siapa ?
mungkin nantinya kau akan bunuh dirimu sendiri
untuk apa ?
membuktikan pada dunia kau menang ?
pengakuan ? sensasi ?
atau sebuah pembuktian ?
apa ?! kau membuat aku bingung

rasa itu, depresi yang kau alami
yang terus-terusan menghantuimu
aku cuma ingin bilang, aku peduli padamu !

ok, kau bilang kau hanya ingin bersenang-senang
menikmati hidup dengan caramu sendiri
bahwa masa burukmu telah usai
dan kau bebas bunuh dirimu sendiri
berulang kali kalau perlu !

aku bertaruh saat ini kau benci aku
karena aku terlalu sok tahu !
ingat saja ini .............
''aku peduli padamu''

YANG MAHA MENGALAH


hidup adalah perjalanan untuk menunda kekalahan
barangkali tanpa setahuku
kau telah menipuku

sebab aku tidak pernah peduli
berapa banyak waktu yang kau butuhkan
untuk menunda kekalahanmu

you lose, love


Terimakasih buat suatu harapan meski mungkin palsu
Juga buat suatu cinta yang juga semu,
Karnanya aku selamat hari ini.

Tadinya saya pikir dia hanya perempuan biasa.
Kalau ingat pertama kali kenalan,
saya masih juga berdebar - debar.
Malam itu juga saya berdebar - debar,
mungkin ini yang namanya firasat... entahlah.
Sehabis perkenalan singkat itu saya sempat tidak bisa tidur
hanya untuk memikirkan satu hal,
apakah dia dapat dimasukkan golongan perempuan cantik,
atau tidak
hahaha...sungguh tidak penting.

Dan sampai kemarin juga saya masih menganggap dia
sebagai perempuan yang menarik, baik hati, dan menyenangkan... titik.
Pertimbangan logis membuat saya membiarkannya tidak jauh masuk dalam hidup saya.
Tapi hari ini, dia adalah juru selamat saya.

Hanya iseng saja saya menyapa dia lagi,
ternyata justru itu yang menghindarkan saya dari
kebinasaan jiwa yang akhir - akhir ini terasa begitu akrab.
Sekali lagi kehadirannya mengingatkan saya akan siapa saya.
Ah keren sekali, bahkan cinta tidak bisa sampai sekeren ini.

SPONTANITY RULES

Bangun dengan keadaan tubuh seakan hangover
dan mencuci muka sekenanya lalu memacu motor yang jarum penunjuk kuantitas bensinnya udah sampai ke areal merah. Kedua tangan seperti tidak menggenggam kuat pada pegangan motor dengan mata yang sesekali mengerjap-ngerjap berusaha menahan kantuk dan rasa pegel sekujur badan. Seperti sedang berjalan diantara binatang-binatang yang merayap. Angin yang menampar pipi dengan setengah kekuatannya saja sudah membuatku merasa terbang. Perasaan buru-buru mengejar batas waktu terlambat kerja. Keseluruhan perasaan yang kualami di tubuh, kepala, dan hati sore itu secara garis besar ? Keren.
Tidak seperti biasanya, aku asal saja memilih lagu untuk opening. Ash dengan Kungfunya yang berintro 25 detik langsung saja kuletakkan dideretan kedua setelah bumper opening-closing. Suara ricuh di awal lagu bisa aku pakai untuk awal program yang aku host sebelum aku mulai bekoar-koar. Dari awal sampai akhir acara aku sangat semangat dan membawakan acara itu dengan sangat baik. Tapi kenapa perasaan telah menjalankan pekerjaan dengan sangat baik datangnya hanya tiap kali aku berperang dengan waktu ? Tipikal orang dengan tipe : tiba masa tiba akal. Tapi emang sih, menyelesaikan pekerjaan yang awalnya dimulai dengan jantung yang berdebar nggak karuan pasti berakhir dengan rasa puas yang sangat.

SMANSA SOCIETY 2003

tidak usah stel jagoan
semua yang ikut perang telah kalah
termasuk siapa yang kau sebut pemenang

apa yang kau mau, sebut saja
sangar, manja, urakan, sok keren, lucu,
cakep.. ( buatku tidak ada yang jelek )
sampai mereka yang akan kau cap sinting nantinya
ada semua !
produk smansa keluaran 2003
betul-betul segerombolan entertainer sejati
kami pemain, kami-kami pula penontonnya

bersenang-senang dalam kelaparan ?
kami hanya menikmati kebersamaan
atas derita apapun yang tengah terjadi
aku bukannya tercengang menyaksikan wajah-wajah lusuh
menanti pagi datang
dengan sepuntung rokok dan separuh nyawa
untuk beberapa nasi bungkus
yang nantinya akan diperubutkan juga
tapi angin bisa tahu, kami mampu tertawa sampai pagi
jadi jika kau suruh kami mengemasnya dalam satu kata
semua ini mengenai KEBERSAMAAN
.. dan kau akan temukan persaudaraan didalamnya

kami tahu kebersamaan akan hilang
sebentar lagi, hanya masalah waktu
tapi kesenangan yang sebenarnya tidak akan pernah berakhir
wajah-wajah lusuh akan terus lekang dikepala
atau senyum si manja yang sedang duduk di pojok sana

minum dari gelas yang sama
makan dari sendok yang sama
jangan bilang semua ini mirip lirik lagu
kau belum pernah lihat kami
kau tidak tahu apa-apa
jadi jangan berani bilang
bahwa semua ini tidak benar dan tidak masuk akal

untuk setiap menit yang terbuang
untuk hal-hal yang tidak berguna bersama mereka
untuk itulah tulisan ini aku buat.........

No Feeeeeeeling! No Feeling to Anybody Else


Tadinya saya mau buat syair buat orang yang saya sayang, membayangkan jika dia membacanya maka isi hati ini akan sampai padanya. Ini penyair abad 21 yang tidak lagi menggunakan romantisme pena dan kertas, melainkan komputer dan mouse.
Maka di depan monitor ini saya mulai menjajah tuts keyboard...

Kata pertama,
Kata kedua,
dan seterusnya dan seterusnya...

Baru saja hendak saya print ketika saya sadar tulisan saya tidak ada "hati" sama sekali.
Saya tahu harus menulis apa agar dia tertawa, atau mencaci apa agar dia marah, dan menggombal apa agar dia jatuh dalam dada ini.
Tapi ternyata saya tidak bisa memberi hati pada syair yang ditulis dengan otak.