
Pandangan menyelidik yang selalu membuatku merasa ditelanjangi itu sekarang telah pergi. Mata itu tidak akan pernah terbuka lagi. Siapa yang merampas kesenanganku ? Aku butuh mata itu untuk selalu memandangku. Aku butuh si mata nakalku. Mata itu tidak boleh mati.
Karena mata itu masih berhutang satu kerlingan kepadaku.

No comments:
Post a Comment