Friday, August 3, 2007

suntuk


akhirnya nongkrong minum beer di bar murahan
sambil denger lagu-lagu picisan
dan liat senyum-senyum tempelan

malam ini aku bersekutu dengan jalang!!

kontraindikasi


19.30 wita


Saat ini sepasang merpati tengah dipajang di dalam sarang sewaan di suatu negeri kecil berpuluh kilo dari sini. Menyeberang lautan melintas padang daratan. Ditengah senyum-tawa-canda dan pesta pora, sepasang merpati itu baru saja berteriak kepada dunia bahwa mereka terikat satu sama lain atas nama hukum apapun di muka bumi ini. "til death do us apart" begitu kicau mereka mesra. Dan sepasang merpati itu telah melengkapi musim kawin bulan Januari. Mereka menyusul sepasang merpati lain dan akan disusul oleh merpati lain selama bulan Januari ini : kawin.


19.30 wita
Disini seorang lelaki mencoba bersembunyi dari kenyataan. Melarikan diri dan bersembunyi di dunia antah berantah mengorek-orek segala sesuatu yang dia sendiri pun tak tahu apa gunanya. Disini seorang lelaki kembali kecewa mendapati kenyataan tak jua sesuai asa. Lagi dia dikalahkan oleh realita. Duka-cita kembali mengiringi langkahnya. Dirasainya seluruh neraka menyelimuti tubuhnya. Dan rusuh tak juga segera minggat dari diri.

14 Januari


Saat yang sama tempat yang berbeda; secuil fragmen kehidupan yang bertolak belakang telah terlaksana dengan sempurna. Kontradiksi. Hidup bergulir dengan dan dipenuhi kontradiksi. Semua harus menerima dan menelannya. Jika enggan berharap saja semoga kiamat segera mencabut nyawa.


we born with pain
all we hear is desperate cry

itz me


ini aku ..
di dek paling atas sebuah ferry. dengan sebotol beer ditangan kanan , dan sebatang rokok ditangan kiri. dihadapanku .. laut lepas , diatas kepalaku , bulan purnama , dan diotakku , sejuta pikiran. semua butuh penjelasan .. laut itu , bulan itu , pikiran ini.

ini aku ..
ditengah arena tembak disebuah padang luas di daerah serangan,Bali. berpakaian mencolok , bersolek , menawarkan rokok. aku butuh uang. dan itu juga butuh penjelasan. kenapa selalu uang ??
kupikir aku cuma butuh teman ..

Ia Berdalih Surga


Ia berdalih surga
dengan 72 bidadari
dalam pelukan:
"Biarkan aku mati
dalam keyakinan".

Lalu dirakitnya iman
yang instan
dalam sebentuk taktiktok
yang meleburkan dirinya
dan melelehkan langit
dalam warna kirmizi

Kemudian cuaca, di balik cakrawala,
hanya mencibir (atau barangkali ia telah lupa)
bahwa Tuhan
telah mati.

HIDUP DAN BERTAHAN HIDUP


Persetan apapun yang dinyatakan oleh ilmu kedokteran, tetap saja ada beda antara hidup dan bertahan hidup. Ada sesuatu yang lebih hidup dari sekedar memiliki detak jantung dan kinerja otak untuk berpikir dengan baik. Hidup, yang benar-benar hidup, adalah sesuatu yang lebih halus dan lebih mengagumkan. Memang peralatan medis bisa mengukur tekanan darah dan suhu tubuh; tapi mencari kesenangan, kepuasan, dan cinta-lah hal-hal yang bisa membuat hidup jadi lebih berarti. Untuk membuat hidup kita berarti lagi, meraih sebagian besar hal yang kita inginkan, kita harus mendefinisikan ulang hidup itu sendiri. Kita harus memisahkan definisi kita dengan definisi ilmiah mereka ?yang mana definisi kita berhubungan langsung dengan apa yang benar-benar kita rasakan.

Sebagaimana yang dimaksudkan, berapa banyak kehidupan yang kita punya dalam hidup kita? Ada berapa banyak pagi hari yang kita hadapi dengan perasaan merdeka, siap menjalani kehidupan, siap mengantisipasi pengalaman hidup yang baru? Berapa malam yang kita alami dengan perasaan puas sebelum tidur, setelah menjalani hari dengan kepuasan? Sebagian besar dari kita mengira semua ini telah ditetapkan tanpa pertimbangan kita, hidup bukanlah sebuah aktifitas kreatif tapi sekedar sesuatu yang telah terjadi pada kita. Itu bukan hidup, hanya sekedar bertahan hidup, atau menjadi tidak mati. Di dunia ini ada orang yang berprofesi sebagai penggali kubur, tapi jasa mereka tidak selalu kita butuhkan; kemudian ada pemakaman, tapi kita menghabiskan sebagian besar waktu kita di tempat kerja, tempat yang menjanjikan hiburan bagi jiwa kita yang kosong, di dalam pusat perbelanjaan, atau di depan televisi. Masyarakat mapan di kota besar selalu takut akan risiko dan perubahan; mereka tidak bisa membayangkan ada yang lebih berharga dari keamanan dirinya. Jantung mereka mungkin berdetak, tapi mereka tidak lagi percaya pada mimpi-mimpinya, biarkanlah mereka sendiri.

Beginilah revolusi itu dimulai: beberapa dari kita mulai mengejar mimpi, mematahkan tatanan lama, menjaga apa yang kita cintai (yang didapat dari proses mencari yang kita benci), berkhayal di siang bolong, mempertanyakan, bertindak diluar belenggu rutinitas. Mereka yang melihat kita melakukan ini akan melihat orang yang berani untuk lebih kreatif dan lebih berpetualang, lebih baik dan lebih ambisius dari yang pernah mereka bayangkan, dan satu persatu akan mengikuti jejak kita. Cukup sekali orang-orang menjalani gaya hidup yang baru ini, sebuah titik kritis massal pada akhirnya akan tercapai, dan dengan sendirinya masyarakat mulai berubah. Semenjak saat itu, dunia akan mulai bertransformasi: dari sebuah tempat yang asing dan menakutkan, menjadi sebuah tempat yang penuh dengan kemungkinan, dimana hidup ada di tangan kita sendiri dan mimpi apapun bisa terwujud.

Jadi lakukanlah apa yang kau mau dengan hidupmu, apapun itu! Tapi yakinlah bahwa itu adalah apa yang benar-benar kau inginkan, pikirkan baik-baik apa itu sebenarnya dan bagaimana cara meraihnya. Pelajari dunia di sekitarmu, supaya kau tahu siapa dan apa saja yang bersebarangan dengan keinginanmu, cari tahu siapa lawanmu dan siapa kawanmu... dan bagaimana kau bisa bekerjasama dengan orang lain yang punya pikiran yang sama denganmu. Mereka ada diluar sana, menjalani hidup sepenuhnya.

Dan Hidup pun telah menantimu, dipuncak gunung yang yang belum pernah didaki siapapun sebelumnya, di tengah asap api unggun dan bangunan yang terbakar, di dalam dekapan sang kekasih yang akan memutarbalikan duniamu.

Bergabunglah dengan HIDUP!

fresh..........


48 jam berisi tidur, hingga tulang punggung serasa hilang. Bangun cuma untuk menghajar lebih tinggi, sambil membaca ulang shanghai baby .. 3 halaman setiap bangun, lalu jatuh tertidur lagi. dan terus begitu.
Ular kurus malas sesekali merayap keluar mencari makan. Matahari terasa sangat menyilaukan. Maka dia memutuskan mencari makan malam hari saja. Lagipula malam hari punya cukup excuse untuk mata sembab ini.
Pelupa. Isi bensin dua liter dua hari yang lalu. Nekat membawa mobil ke blok M. Mesin mati di tengah jalan, dia duduk di trotoar. Bingung harus apa. Otak melambat.
Segerombol pemuda pulang tarawih datang membantu. salah satu menanyakan nomor telpon. Yang lain sibuk bertanya nama. Basi.
Ah tapi yang penting tangki gak kosong lagi. Kabur. "Nama saya dawar. 081339299399." Ngaco.
Pulang, jadi ilmuwan. Bikin bong dari aqua rasa strawberry .. sedot terus sampai tinggi. Tinggi..tinggi.., bercermin, lalu parno. Gimana enggak. Lubang hidung penuh kotoran coklat, lalu apa kabar paru-paru? Merasa kapok tapi sudah terlanjur enak.
Lalu dia benar-benar tidur sampai dia pikir dirinya sudah lumpuh. Mimpi entah sudah sampai episode keberapa. Sambung menyambung mirip sinetron ramadhan. Dan suara kipas angin pun semakin terdengar merdu.
Selagi bisa .. 2 hari santai diantara 5 hari neraka .. silahkan dinikmati :)

- Disclaimer -




Ketika saya berpapasan dengan seseorang atau melewati suatu tempat, kadang tercium aroma tertentu yang mengingatkan pada satu fase yang lalu dalam hidup saya. Contohnya, setiap saya berada di area pinggiran kota, sering tercium bau rumput yang langsung melempar ingatan pada jaman saya kecil dulu. Pada sepeda bmx, pada pagar rumah yang selalu saya panjati setiap mau keluar saat seharusnya saya sedang mengerjakan PR, pada kucing yang tidur di meja karambol, tukang bakso yang menyebut gerobaknya sebagai restoran, pantai di belakang rumah, mobil-mobilan plastik, dan pada anak tetangga yang mata hitamnya hilang karena saya jepret pake paku beton.Aroma adalah mesin waktu yang terbaik. Walau tak pernah berfungsi lebih dari 5 menit, dan belum pernah mengajak ke masa depan.
Terakhir kali saya mengalami hal itu, adalah waktu di pesawat menuju sukarno-hatta. Ibu yang duduk di dekat saya memakai wewangian yang mengingatkan pada jaman saya kelas 2 SMP dulu. Saat pertama kali ngeliat meja billyard, pertama kali nyadar kalau saya kecanduan rokok, digebukin pertama (sampai sekarang saya selalu benci mendengar kata STM), bikin band pertama, pacar pertama, gambar James Hetfield di baju seragam, nonton konser El-Pamas (di TV ) sambil megang kaleng bir dan ngerasa keren, pertama kali denger istilah "sodomi", jadi juara lomba bola antar kelurahan, maen sepeda dalem mesjid, dan ngintip tetangga nidurin pembantunya. Begitulah aroma sering membawa saya. Hanya ke masa lalu yang tidak penting untuk orang lain.
Apa yang tertulis pada satu halaman yang terlalu panjang dari blog ini, entah itu layak disebut jurnal atau curhat atau puisi atau apapun, buat saya yang menulisnya, adalah sebagai pengganti aroma-aroma seperti tadi. Untuk menandai fase demi fase. Mengencingi garis-garis teritori waktu kehidupan saya sendiri.
Kadang saya nyium aroma tertentu, namun saya tidak bisa memastikan kapan aroma itu pernah dekat dalam hidup saya. Rasanya seperti kebingungan yang dibuat-buat karena dejavu yang gak jelas. Seperti itu jugalah sebagian kecil tulisan di blog ini.
Gak jelas.
Gak jelas dan penuh penghinaan terhadap kesinambungan tata kalimat, pemilihan kata, etika dan garis baku penulisan, dan bahkan penuh pelecehan terhadap harmonisasi majas. Maafkan, saya tidak pernah sengaja mengacaukannya :)
Akhirnya, tidak ada satu kalimat dari apapun yang saya tulis disini selama ini, yang layak untuk mempengaruhi orang lain. Menjadi influence dalam bentuk apapun. Semua tidak akan pernah berguna buat kalian saat ini, tapi sangat berguna buat saya sendiri... nanti !

- Cincin Kaki Bulan -


Kurang apa lagi coba ? Pagi-pagi dibangunin sama bau bubur ayam. Cuci muka, basahin mulut, trus menyapa si jumbo mariyuwono. Bubur bisa menunggulah. Cengar cengir lebih penting hari ini. Matahari mulai hangat, seperti biasa hari minggu melengkapi sabtu malam yang menyebalkan. Selalu. Tapi tidak hari ini.
Cengar cengir mulai bermunculan. Bibir seperti berdenyut denyut sendiri. Bibir yang kering dan minta dimanja habis-habisan. Masak air. Bikin teh. Bubur masih bisa menunggu. Nyalakan kompor, nyalakan TV. Biarkan mereka bekerja sendiri sendiri, lebih baik naik ke atap. Mumpung siang belum terang.
Atap rumah tetangga, ada seseorang membetulkan letak antena. Tadi malam di atap yang sama, bulan menginjakkan kakinya yang bersinar. Cincin kaki bulan, lebih terang dari wajah pemiliknya. Cincin kaki bulan, dan ketel air bersiul. Saatnya segelas teh ikut naik ke atap. Teh madu.
Tadi malam saya melihat meteor. Bagus sekali.
Dan sekarang siapa yang perduli sama bubur ayam ?

Selama langit masih keliatan
Kita tidak pernah hilang

chatting dengan Tuhan


BUZZ!!



TUHAN: Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN: Ini TUHAN. Aku dengar doamu. Jadi Aku ingin bincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya nggak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah jadi waktu sibuk.
TUHAN: Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan, tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya ngerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN: Berhentilah menganalisis hidup, Jalani saja dan Analisis-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisis. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.



AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tak khawatir jika ada begitu banyak ketidak-pastian.
TUHAN: Ketidakpastian itu tak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.



AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.



AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gosokan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka jadi lebih baik bukan sebaliknya.



AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.



AKU: Tapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN: Masalah adalah rintangan yang dimaksudkan buat meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...
TUHAN: Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.



AKU: Kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.



AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.



AKU: Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".



AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.



AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN: Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.



AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.



AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN... signed out.

CEMILAN RINGAN


Anak perempuan tetanggaku yang bersekolah di TK khusus muslim -berusia 6 tahun -bertemu denganku Lebaran tahun lalu. Kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah 'dawar kok nggak pake baju baru?' Dan aku mengatakan bahwa anakku masih memiliki banyak baju yang layak pakai. Ia tidak mengerti mengapa demikian. Ia pikir adalah sebuah keharusan untuk mengenakan segala sesuatunya baru pada hari tersebut, dan ia berkata bahwa ia akan malu apabila orang tuanya tidak membelikannya baju baru atau sepatu baru. Aku bertanya kepadanya, bagaimana ia sampai berpikir seperti demikian. Ia berkata, menurut orang tuanya Lebaran adalah hari dimana umat muslim mendapat kemenangan, saling bermaafan, sehingga mereka seakan menjalani sebuah hidup yang baru. Itu sebabnya mengapa orang tuanya selalu bersikeras menyediakan segalanya menjadi baru bagi anaknya; baju baru, sepatu baru dan mainan baru. Beberapa hari lalu, di televisi juga ditayangkan wawancara dengan beberapa selebritis mengenai hari Lebaran. Seorang penyanyi dangdut berkata dengan berseri-seri: 'Kami sih tidak banyak berbelanja kalau Lebaran juga nggak apa-apa, tapi yang penting anak-anak harus dibeliin baju baru dong.' Yeah. Kita memang diajarkan dari kecil bagaimana Lebaran adalah berarti pembaharuan di bidang materi. Jadi tidak heran apabila lantas agama memang bukan sesuatu yang sakral lagi, melainkan sekedar materi. Tak ada bedanya dengan shampoo, sikat gigi, piring ataupun DVD film Monica Belluci yang tampil nan molek.