Friday, August 3, 2007

Balada manusia hijau


kita punya tembakau, hujan lebat, dan banyak cerita
si kamu jelas punya punya paru-paru super sehat untuk mengoceh tanpa jeda,
sedang aku ? aku punya senyum sinis yang tak bakal kubagi-bagi, dong!
introvert, katamu.
NDASMU !!!, kataku.
kamu menaruh tanganku didadamu yang berdetak bergemuruh tak terkendali
dan nafas berat yang susah payah kamu hembuskan.
kamu berpuisi, muntah kalimat nyastra didepan mukaku.
gombal gembel gambil (kamu komat-kamit. aku sempat curiga, kukira kamu bermantra-mantra. ampun om dukun. nyuwun sewu, minta serebu. buat bayar parkir.)
mungkin itu bukan aku yang selama ini berbisik ditelingamu,
yang menerobos celah-celah retak dari detik yang tak berdetak.
mungkin itu setan dibawah jendela kamarmu, yang selalu memainkan rambutnya sambil menatap keluar jendela, lalu tiba-tiba menanggalkan bajunya untuk kemudian kamu lukis
mungkin bukan "Anne" yang dia bisikkan.
mungkin Ani, Ana, Ano, atau Anu.
siapa tau ini sudah waktunya kamu berkonsultasi dengan dokter THT-mu.
ah entahlah siapa yang tau ?
bisa jadi kamu hanya merasa .. sok sok merasa. biar serupa kebetulan yang sudah ditakdirkan, awal yang keren untuk memulai hubungan. buat cerita omong kosong kepada anak cucu.
ah tapi kupikir kamu cuma terbuai suasana taman izmail marzuki
hey bung! jangankan kamu , akupun begitu
tempat ini punya sejarah besar buatku.
hati-hati, bau tanah basah bisa merusak logika,
tentunya untuk orang-orang semacam kita.
yang berlagak tegap menantang rimba jakarta,
tapi malah lemah oleh cahaya merkuri.
dan tebak, siapa yang menang ?
kenalkan ...
namanya WAKTU :)

why is it when a woman wants to leave a man, he assumes it must be because she's having an affair ? can't a woman make that choice based just on her feelings ???
do they actually believe that a woman can't exist without them ???

Badai Menari Dengan Sesuka Hatinya;


Badai Menari Dengan Sesuka Hatinya;
sebuah prolog bagi Survival of the Phattest.


1.

Tak pernah api terlahir jika bebatuan tak pernah beradu. Tak pernah alam tersenyum jika singa berdamai dengan mangsanya. Tak pernah tuhan menciptakan neraka jika setan membangun taman surganya dari tulang-tulang malaikat dan dosa-dosa manusia. Tak pernah bisa ular beracun jika tikus-tikus berencana untuk menjadi sahabat manusia. Pesta pengoyakan takkan pernah kehabisan botol minuman dan biarkanlah badai menari dengan sesuka hatinya.

2.

Adalah birunya laut yang membendung kuasamu untuk menapakkan kaki diatas bumi. Namun bertanyalah pada batu karang kalau-kalau bendungan tadi ingin memelihara janggut Zeus. Setiap buih akan tetap mencumbui bibir pantai dan tak pernah ia ingin meninggalkannya, karena tak ada satupun yang dapat menandingi rasa cintanya terhadap bumi. Begitulah laut takkan pernah membiru dan biarkanlah badai menari dengan sesuka hatinya.

3.

Ketika setiap pintu terasa terlalu pendek, maka ia adalah raksasa yang menolak untuk memasukinya dengan membungkuk. Ia adalah sebuah tempat dimana keindahan akan melampaui manusia dari sekadar sobekan-sobekan kertas yang diharapkan memunculkan gambar jika dirangkai. Karena perjalanan ini nampaknya takkan pernah dapat melabuhkan diri pada terminal yang tepat dalam ritual pemilahan dunia menjadi lelaki dan perempuan. Terlalu banyak terminal! karena, bagaimanapun juga, lukisan isi kepala yang bertiwikrama menjadi monster jelek yang bernama bahasa, takkan pernah cukup untuk dapat melakukan abstraksi dari apa yang tampak di depan mata, ataupun yang terdengar oleh kuping, dst. Yang tersisa hanyalah ruangan bagi keliaran-keliaran yang hanya dapat dinikmati oleh alat kelamin. Maka nikmatilah dan biarkan badai menari dengan sesuka hatinya.

4.

Sebuah adegan pembunuhan akan berkata lain jika pedang sejarah dilumuri darah oleh tangan para patriot. Asap pemusnahan suatu kaum akan tercium lebih wangi daripada pekik bayi yang sedang sekarat terjerat tali yang menjauhkan tangannya dari apa yang mesti ia sembah. Bahasa bernafas dalam sebuah struktur seperti halnya sebuah komposisi kalimat. Untuk dapat memberikan deskripsi yang dapat disensor oleh panca indera manusia, maka ia harus distrukturasikan untuk menciptakan sebuah rangkaian sistematis yang mengikat seluruh ibu jari menjadi satu. Namun kepada siapakah bahasa menghambakan dirinya? Kepada siapakah "Mencuri itu salah" menghambakan dirinya? Kepada Robin Hood-kah, atau kepada Bill gates-kah? Kepada Proletariat-kah atau kepada Borjuis-kah? Perahu manakah yang cukup kuat untuk menampung eksodus kebenaran sementara tuhan berbicara dalam 666 bahasa dan menari dengan sesuka hatinya?

5.

Dunia itu tidak pernah ada, tetapi kita bisa menciptakannya, kelakar Nietzsche. Meski dunia dapat terlahir melalui bangkai rahim yang paling menyengat baunya sekalipun, namun hanya mereka yang cukup kuatlah yang mempu untuk menertawakannya. Merekalah yang menciptakan dunia yang terlalu indah untuk tergantikan, dan bahkan jika harus di tukar tambah dengan surga sekalipun. 'Takkan ada yang menamparmu di surga', begitulah badai mengejek sambil pergi menari dengan sesuka hatinya.

6.

Manusia memang sesuatu yang harus diatasi, canda Nietzsche lagi. Maka dari itu keindahan dunia tercipta ketika Lucky Luke menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri. Bayangan memang jerawat yang musti dipijit, katanya sambil meniup ujung pistolnya. Begitulah badai menari dengan sesuka hatinya.

7.

Dunia ini akan selalu menganggap tarian-tarian yang buruk sebagai lelucon tak lucu. Tak ada apologi yang berlaku, karena rasa kasihan adalah candu yang akan melemahkan otot-otot sekaligus melecehkan rasa cinta seorang ibu yang menyusui anaknya. Inilah algojo yang siap untuk mengeksekusi invasi monyet kembar yang bernama benar dan salah. 'Aku tidak menari dengan monyet kembar!' ujar badai sambil menunjuk perempuan tadi sambil tersenyum. 'Dialah penari terindah yang pernah kulihat!'. Dan begitulah monyet kembar menyaksikan badai menari dengan sesuka hatinya.

8.

Tarian ini banyak macamnya. Mulai dari tarian 'ngebor billboard', 'Goyang Aerosolan', sampai tarian 'perut peminta hujan baton'. Merekalah yang menciptakan keindahan-keindahan yang melampaui monyet kembar nan kerdil sekaligus keindahan itu sendiri.Karena keindahan esok hari akan menertawakan keindahan yang kemarin. Sirkuit Sentul akan selalau memiliki rute dan lintasan yang sama, namun aerodinamika, setting mesin, serta pengemudinya akan memberikan makna lintasan dengan lain. Sambil menaruh potongan Lego pada akhir tariannya yang terbaru, badai pun masih menari dengan sesuka hatinya.

9.

Betapa kusamnya putaran angin jika segala sesuatunya dapat diprediksi dan dihitung. Maka badai yang menari dengan sesuka hatinya gemar menebar ludah pada musuh-musuhnya sekaligus sahabat-sahabatnya. Hanya dengan menyuapi pantat De Sade dengan cambuk-lah surga akan datang menjemput! Tapi kebisingan suara mesin pabrik sangat menganggu sepasang lebah yang sedang memadu kasih. Sepasang lebah itu mengumpatinya dan berjanji untuk kembali lagi dengan seekor lagi mukjizat. Dan sang mukjizat pembelah laut merah itu bernama MIKROFON, sebuah kepingan sejarah yang membuat badai menari sesuka hatinya, sampai hari ini!

10.

Sepasang mikrofon adalah salah satu dari banyak saksi atas prosesi penciptaan dunia. Jika keagungan manusia dapat direduksi ke dalam sebuah rangkaian yang terstruktur, maka sepasang mikrofon adalah palu yang memusnahkan bahasa dan merubahnya menjadi bahasa pemusnah. Menjadi sebuah collage dari puing-puing yang sebelumnya membangun gedung 'reduksi' menjadi sepasang taring yang lebih tajam daripada seratus cangkir definisi. Mengapa demikian? Karena taring tersebut takkan memantulkan bayangan jika cahaya kebenaran mencoba menyeragamkannya dan setetes ketajamannya akan menyumpal lautan mulut sehingga hanya karang yang mampu berbicara dengan matanya. Sepasang mikrofon, akan, 'membuatmu mencintai kedamaian sebagai alat menuju perang-perang baru. Dan lebih mengasihi kedamaian yang singkat daripada yang panjang.' Karena kedamaian hanya akan menumpulkan mata pisau dan mengubur jiwa-jiwa yang tak pernah mau mati dimana udara yang dingin akan selalu membuat malam tertidur. 'Aku tidak menyuruhmu berdamai, tapi memenangkan peperangan' -dengan sebuah tarian yang meliuk-liuk dihadapan setiap besi tua yang mulai berkarat, begitulah badai menari dengan sesuka hatinya.

11.

'Sahabatku dalam peperangan! Aku mencintai engkau dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku selalu se-ia sekata denganmu. Tapi aku juga selalu menjadi musuh terberatmu. Maka biar aku katakan padamu kebenaran! Aku mengerti akan kebencian dan cemburu di dalam hatimu. Kau tak cukup besar untuk tidak benci dan cemburu. Maka berbesar dirilah agar tidak malu olehnya!' -Nietszche berguyon untuk yang terakhir kalinya pada saat yang sama, angin berbisik, 'bikin hidup lebih hidup'. Bukan karena Starmild, tapi karena mikrofon, aku hidup hari ini! Dari sekian banyak hari-hari kematianku, hari ini kulahirkan diriku untuk mengatasi manusia yang enggan mengganti kulitnya di musim kemarau. Aku bersumpah, demi monyet kembar yang kumusnahkan hari ini, dan demi awan yang menaungiku dari teriknya siang, takkan kubiarkan jasad ini meninggalkan tanah dimana aku berpijak dan akan kucumbui engkau wahai musuh-musuhku san sahabat-sahabatku dengan bahasa pemusnah yang akan memelototi semua janggut Zeus, dan yang terpenting, supaya badai dapat menari dengan sesuka hatinya.

Bad News


Betapa rumitnya hidup!
Sungguh susah buatku untuk mengerti tentangnya.
Orang-orang berseru : Hidup Itu Indah!
Kuakui itu.
Tapi tidak pada kejadian-kejadian dalam hidup itu sendiri.
Terutama hidupku.
Dua belas jam yang lalu kabar baik menghampiriku. Kabar baik yang mampu membuatku tersenyum lebar.
Dan beberapa jam sesudahnya kabar buruk menerjang.
Kabar buruk berwujud jawaban dari sebuah pertanyaan.
Sebuah tanya yang mengemuka berpuluh-puluh hari lalu.
Sebuah tanya yang tak pernah terlontar karena ketakutan akan jawab yang tak sesuai asa.
Dan akhirnya jawaban itu memang tak sesuai asa di hati, pikiran dan jiwa.
Sebuah jawab yang terhantar oleh sebuah suara meyejukkan dari seberang telepon cukup membuatku tersungkur.
Betapa anehnya hidup!
Sungguh susah buatku untuk sedikit memahami tentangnya.
Baik dan buruk menerpa sambung menyambung. Tanpa ada jeda tuk sekedar menikmati dan meratapinya.

"bang..bang..my baby shot me down..."

- Babi buntung masuk neraka -


Gak asik banget. Langit di daerah pecinan yang kumuh ini justru malah penuh bintang, tepat disaat saya lagi pengen liat langit yang gelap.
Bensin 20 ribu ternyata gak bisa bawa saya lebih jauh lagi. Padahal saya lagi niat pergi sejauh-jauhnya.
"mau makan apa kamu malem ini?"
"makanan yang cocok buat orang yang lagi kesel apa?"
Temen saya ini rupanya nanya serius, dan dia keliatan ga terlalu suka sama jawaban saya. Dan tanpa banyak tanya lagi, dia nyeret saya ke gerobak nasi goreng.
Tapi sumpah, saya ga pengen makan, malah saya udah ga pengen masukin apapun lagi ke dalem perut saya.
Perut dan jiwa (cie jiwa!) saya udah terlalu penuh sama banyak hal. Sama rengekan gak berujung dari mulut ibu saya, sama mulut-mulut nyinyir para perempuan aneh, dan ini dan itu dan ini dan itu ...
Saya lebih suka duduk disini aja, ngeliatin cina-cina yang sibuk berkeringat waktu makan, cara becanda mereka yang saya gak ngerti, sama tato-tato naga oldskool mereka. Ini semua jauh lebih menyenangkan daripada memperhatikan hidup sendiri.
Hmmpff .. Untungnya rasa marah ini dapet penyeimbang.
"Nah gitu dong, pertahanin powernya. vokal lo jadi lebih asik kalo gini."
O yea, kalian semua bisa rileks sekarang temans, hari ini saya masih marah, mungkin sampe minggu depan. Jadi siap-siap aja, kemungkinan besar besok saya bakal mengobrak-abrik Parc & Thursday Riot-nya.
Eerrgh .. hidup !

Another Black days : The Bad Luck Continues....


Ternyata berbagai bentuk dan macam kesialan belum juga bosan menyesaki diri ini. Setelah kehilangan dompet+handphone, dua minggu kemaren, pas lagi enak2nya tidur kena operasi kipem. Shit! Minggu pagi yang bener2 tidak bersahabat. Melayanglah duit 106 ribu buat ngurus kipem yang masa berlakunya cuman 3 bulan. What a rich life in here…. Dan efeknya belum nyampe gajian keuangan gw udah tepar. Kolaps. Semua itu masih ditambah dengan seminggu kemudian, Liverpool kalah lawan milan dalam ajang final champions. Pertandingan yang menarik tapi sayang jagoan gw kalah dan uang taruhanpun harus pindah tangan. Hiks ;(

So selamat datang kelaparan….

andai saja surga itu.............


Kalau saja surga ada didalam segelas Milo dingin, mungkin orang-orang seperti saya tidak perlu repot-repot mencari Tuhan. dan kalau saja kebahagiaan ada tersembunyi dibalik lipatan celana, pastinya saya tidak perlu setengah mati mencoba menjadi "baik". Menjadi baik menurut standarisasi manusia-manusia kebanyakan, yang entah berdasarkan apa. tingkat kebaikan yang telah dipatenkan. Senang menyendiri, tidak perduli dengan orang lain, dan jarang tersenyum, katanya adalah tidak baik. Lalu apa yang baik menurut kalian ??? Saya merasa sudah cukup baik, setidaknya bagi diri saya sendiri. Kamu kan tidak hidup sendiri saja didunia ini, jawab mereka. Ah, kata siapa?? Memang banyak wajah-wajah yang saya kenal disekeliling saya, tapi mereka bukan teman saya. Toh mereka pun tidak merasa pernah berteman dengan saya. Lalu apa gunanya hidup berkelompok, kalau masih banyak hal yang bisa dikerjakan sendiri?? Dan dengan hidup sendiri, sudah pasti Milo dingin ini bisa saya nikmati sendiri tanpa perlu berbagi dengan siapapun .. gluk!

aku dan imajiku


aku mabuk malam ini.
yang ada di otakku cuma ..
peluru yang berkelebat menembus kepala dan membuncahkan otakku dalam serpihan2an kecil , menciptakan kembang api darah yang menyilaukan mata.
lalu kemudian "aku" yang lainnya menari2 liar dengan tenaga yang tersisa , namun dengan mulut terbungkam dan tangan yang terikat.
aku dan imajiku .. mati bersama2 malam ini.

01082007


baiklah, akan kumulai dengan pernyataan seseorang yang amat bernilai bagiku tentangku
"hampa sekali hidupmu tanpa cita-cita.."
oh ya? benarkah? apakah masa depan begitu penting bagimu, hingga cita-cita menjadikannya obsesi. ah..aku bahkan tidak tahu apa yang harus kutempuh dalam hidup. hidup?
mereka selalu ingin senang-senang. aku tidak tahu bagaimana memulainya? senang?
aku larut dalam nadiku yang impulsif, memaksaku bertindak sesuka hati. tapi aku tidak menemukan kesenangan. aku anani.
pandanganmu begitu saja berubah, berarti kamu tidak mengenal aku. seperti aku yang tidak mau kenal diriku sendiri. semakin kamu mengenal aku, semakin kamu akan berusaha lari dariku. kita lihat saja nanti. kamu akan membenciku.
tahukah kamu bahwa hal itu adalah ketakutan terbesarku? dan saatnya tiba, kamu yang sudah tidak peduli pun tidak akan tahu bahwa aku telah menentukan hari terakhirku untuk mencintaimu. . .

14 februari


Aku melihat keluar jendela pagi ini.
Salju bertumpuk di beranda, di jalanan, di pagar, di ranting pohon.
Seseorang mematikan lampu.
Ini musim dingin terberat, seseorang menggerutu.
Kakiku beku.
Aku mendengar suara gemeletuk.
Ternyata gigiku. Sial, ternyata memang dingin disini. Aku menutup jendela.
Kamar ini kosong,
rumah ini juga.
Semua pergi ... entah kemana
Keran air lupa ditutup.
Bisa-bisa banjir.
Mungkin ada seseorang terburu-buru pergi tadi malam
Tunggu..
Apa memang ada seseorang semalam disini ?
Aku lupa.
Mungkin memang ada seseorang.
Tapi aku tidak ingat.
Atau bisa jadi juga aku sendirian semalam.
Ini februari ?? Benarkah diluar bersalju ?? atau tidak ??
Apakah aku kedinginan ??
Apakah aku ?? Siapakah aku ??
Apa aku punya nama ?? Dimana aku ?? Rumah siapa ini ??
Semua terlihat asing dan aneh pagi ini.
14 februari selalu membuatku hilang ingatan.

1 Eyes Story


Temen kuliah gw sedikit shock pas ngeliat foto sbelah mata gw di hp. Seketika dia bilang kalo gw ga boleh bikin foto, gambar atau apapun yang memvisualisaskan sesuatu yg hanya memiliki 1 mata. Karena itu adalah perwujudan dari dajjal. Dan jika di dunia ini semakin banyak gambar, foto atau apapun yang bermata satu, itu merupakan salah satu pertanda akan datangnya kiamat. Dan hal itu disebutkan di Al-Quran.

Gimana dengan bajak laut? Bukankah sejak puluhan tahun mereka terkadang ditampilkan sebagai sosok yang bermata satu? Tapi tetep aja kiamat ga datang2. Gitu argumen gw. Respon temen gw justru malah ke soal moralitas dan kelakuan buruk bajak laut yang hanya tampak di muka saja. Gw jawab singkat aja : tapi tetep aja belom kiamat. Dia langsung ngacir sambil bilang kalo gw susah diatur & dia sama sekali ga ngerti dengan jalan pikiran gw.

Gw cuman melongo untuk kemudian teriak : pak jadi ga nih kita kiamat?