Sunday, July 29, 2007



Ternyata sebenarnya kita bisa terbang kalo kita cuekin gravitasi ...

IF ONLY


Cuma kalau. [aku juga toh tidak berani bermimpi apa-apa tentang kamu]
Kalau benar suatu hari kita bertemu,
Entah di pulau mana …
Entah siapa yang mendatangi siapa …
Entah benar kita akan duduk berdua di dek kapal, atau cuma di bangku kayu warung tegal murahan,
Aku datang untuk semua rasa penasaranku
Untuk 3 tahun penuh cerita
Mungkin untuk sedikit mencicipi kamu … [seperti pertanyaan nakal kamu barusan, pertanyaan yang “sangat kamu”.]
Tapi tidak lebih dari itu.
Aku bukan datang untuk menjadi kekasih
Bukan juga untuk menjadi sahabat selamanya.
Karena itu sangat “bukan aku”.

Tapi kalau,
Cuma kalau.
Kalau yang terjadi justru sebaliknya …
Seperti katamu, mungkin saja selamanya kita tidak akan pernah bertemu,
Mungkin suatu hari nanti salah satu dari kita memutuskan untuk total meninggalkan 'dunia' ini, dan beralih ke kehidupan yang lebih nyata dan berdimensi, dan dapat digenggam,
Atau kita bertemu setelah kita sudah sama-sama renta, seperti cerita a la bollywood,
Itu pun tak apa …
Karena kamu memang tidak pernah nyata buatku …

a world without cigarette ?




tadi pas lagi di inhale exhale, jadi kepikiran.
disini kalo mau ngrokok susah banget.
apa nantinya semua orang akan bebas dari rokok ?
apa ini usaha terselubung untuk membangkrutkan pengusaha tembakau ?
apa ini usaha terselubung untuk membebaskan dunia dari asap rokok ?
apa ini usaha terselubung untuk membuat orang-orang berhenti merokok ?

di tempat makan, udah nggak boleh ngerokok. rasa rokok paling klimaks kan sesudah makan ?
di cafe, udah nggak boleh ngerokok. apa enaknya kopi tanpa rokok ? apa enaknya bincang-bincang tanpa ditemani rokok ?
di pub, udah nggak boleh ngerokok. bukan masalah saya. nggak pernah ke pub koq. (hahaha)

kalau saya pribadi, lebih mending a world without skyscrappers and thousand of glass than a world without cigarette. toh yang lebih merusak kan kaca-kaca daripada asap rokok ?

sedih kalo ngeliat perubahan-perubahan iklim belakangan ini. yang tadinya nggak pernah kena ujan es (bukan salju, ya.) jadinya tiap taun didatengin ujan es yang ngebuat orang2 mati kena hipotermia, kena kebakaran, kecelakaan mobil gara-gara licin, karena fungsi atmosfir-nya udah brantakan. bahkan yang ngebuat jakarta suhu normalnya naik 1 derajat celcius.
hey, 1 celcius degree is too much !

manusia kalo emang pada saatnya mati, toh mati kan ? nggak cuman rokok koq yang ngebuat orang mati. lagian kalo saya juga nggak akan ngerokok kalo ada anak kecil (karena asepnya ya, bukan karena takut ditiru) kadang suka sebel kalo ada orang yang ngerokok depan infant. huhu. untuk ngejaga pride depan cewek bahenol di sebelah lo, mas ? (ini bukan nyindir siapa-siapa tapi emang beneran sebel sama orang yang waktu itu ngerokok depan ariel yang masih 14 bulan = jadi curhat ?)


just another crap.

DEAR good


Dear God,
If i come back as something, please let me be Dawar Sitaba Kleruk, because I like her.

TUHAN ADA KARENA DIADAKAN


Anda percaya pada Tuhan?
Anda percaya bahwa anda diciptakan oleh Tuhan?
Pernahkah anda mempertanyakan buat apa anda diciptakan?

Bumi hanyalah sebuah planet diantara berjuta-juta benda langit didalam sebuah galaksi yang entah berapa jumlahnya. Dan Kita hidup didalamnya.

Hidup? Ah, entahlah. Saya ragu apakah Saya ini hidup atau tidak. Ajaib, memang. Ketika Saya mulai berpikir bahwa Saya hanyalah suatu bentuk metafisik yang setiap saat mengontrol dan mengatur sebuah raga berbentuk manusia. Nyawa. Ya, itu lah. Saya adalah nyawa. Dan badan ini hanyalah sebuah media. Sebuah perantara antara Saya dan anda, dan nyawa-nyawa lainnya. Hidup Saya tidak ada bedanya dengan game-game yang Saya mainkan. Dia dapat Saya atur sebagaimana kehendak Saya. Saya bisa menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau menarik picu sebuah pistol dikepala Saya. Sebuah hubungan yang tidak lagi diinginkan, seperti ketika Saya kesal dan mematikan komputer.

Matikah Saya?

Entahlah. Karena entah kenapa Saya sendiri merasa tidak akan pernah mati, walaupun badan yang Saya gunakan ini dihujam peluru nuklir sekalipun. Saya adalah nyawa. Ketika anda membunuh Saya, anda hanya akan berhenti berhubungan dengan Saya. Anda mematikan media Saya, sama seperti ketika seorang mata-mata yang menyelundupkan virus kepada komputer lawan atau ketika seorang teroris menyabot jaringan kabel telepon.

Lalu bagaimana keadaan Saya ketika Saya tidak memiliki media?

Apakah ada kehidupan lain setelah 'mati'?

Anda tentu pernah bermimpi bukan?

Saya seringkali mengalami mimpi buruk yang membuat jantung berdetak keras, membuat tubuh berkeringat serta nafas yang memburu. Seperti sebuah kejadian yang nyata, kejadian yang benar-benar terjadi. Namun ketika Saya terbangun, benarkah Saya terbangun dari sebuah mimpi? Ketika Saya menulis ini, apakah Saya tidak bermimpi? Siapa yang bisa meyakinkan Saya bahwa Saya tidak sedang dialam mimpi? Ataukah hidup Saya ini merupakan mimpi yang panjang? Bukankah Saya percaya bahwa suatu saat Saya akan lepas dari dunia ini dan menjalani hidup di dunia lainnya? Lalu buat apa Saya belajar? Buat apa Saya bercinta? Buat apa Saya melakukan hal-hal yang sama sekali tidak ada gunanya, bila memang Saya akan hidup untuk yang kedua kalinya?

Hidup adalah sebuah game Counter-Strike dan Tuhan adalah wasitnya.

Dan bila memang benar neraka itu ada, maka Tuhan adalah fasis, dan luar biasa hedonis yang mencipta suatu permainan dahsyat bernama hidup. Hey, Tuhan maha Esa dan Ia pun butuh hiburan, sama seperti ketika Saya membutuhkan game StarCraft dalam komputer Saya. Hanya saja Saya memiliki teman yang bisa berkomunikasi. Tapi Tuhan tidak. Karena Ia hanya sendirian. Ia terus mencipta dan mencipta. Ia ciptakan hewan, manusia, tumbuhan, tanah, air, langit. Untuk apa? Hey, God is a job! Dan pekerjaannya adalah mencipta, mengatur, menghakimi dan membinasakan. Lalu apa pekerjaan Kita? Atau setidaknya, pekerjaan Saya sebagai manusia? Memainkan peran, tentu saja.

Manusia, hewan, tumbuhan, tanah, air, langit, merupakan unsur senasib yang dilepas didalam sebuah dimensi ruang dan waktu bernama dunia. Ketika hewan membunuh hewan lainnya, maka ia sedang melakukan perannya. Atau ketika manusia membunuh hewan dan tumbuhan, atau bahkan membunuh sesama manusia. Dan masing-masing memiliki senjata. Manusia memiliki akal, hewan dengan fisiknya, tumbuhan dengan racunnya, air dan tanah dengan bencana alamnya. Semua bersatu dan berinteraksi. Dan, Buumm.. ketika semuanya musnah, apa yang akan terjadi? Entahlah. Saya hanyalah sebuah wujud metafisik yang diperbudak wujud yang jauh lebih kuat.

Maafkan Saya, Tuhan. Bukan salah Saya bila Tuhan memberi akal untuk Saya gunakan berpikir.

Dan Tuhan,... Engkau ada karena diadakan!

Friday, July 20, 2007

BISA CHAOS donk ??!!!


Waktu makan siang di kantin, teman saya membuka pembicaraan,"Tau ngga ternyata semua mentri agama itu korupsi!"kemudian dia menjabarkan fakta - fakta yang didapat dari berita.Saya mendengarkan sambil mengunyah nasi dusun (kenapa namanya nasi dusun sih?). Tambalan gigi saya rusak, jadi mengunyah tahu yang pedas perlu konsentrasi tinggi, ya konsentrasi untuk tidak merasa sakit.

Setelah selesai makan, saya nyalakan rokok, saya hisap sebentar kemudian meneguk kopi yang mulai dingin Si teman kemudian melanjutkan dengan bercerita tentang si anu yang tampak bersih tapi tak lama trlibat dugaan korupsi juga.Saya sambil menyimak ceritanya, berkomentar sekenanya "Kalau semua orang korupsi kenapa ngga buat saja sistem yang melegalkan korupsi?"

Dalam satu tarikan panjang, diantara asap yang mengepul saya bisa lihat dia tertawa mengejek, "Bisa keos dong kalo gitu!"
Ah dia menekankan kata "Keos"nya apa gara-gara saya pake kaos "Chaos UK" ya?
Saya sudah siap menerjunkan diri ke suatu dialog panas dan alot ketika dalam diri saya berpikir meributkan masalah seperti ini hanya akan buang - buang waktu kalau hanya berbicara dari segi "apa yang harusnya diperbuat"

Ada satu ide sederhana bahwa rakyat hendaknya memilih wakil - wakilnya yang bersih. Juga orang - orang yang duduk di kursi pemerintahan juga orang - orang yang bersih.Menjadi tampak bersih itu mudah, seperti saya mudah buat tampak pintar. Apa yang kelihatan dan apa yang benar - benar terjadi memang kadang malah lebih sering bertolak belakang. Dan terimakasih kepada kata - kata propaganda, semuanya bisa diatur! Oya tidak lupa juga terimakasih buat uang!

Ngomong = ngomong tentang bersih, sangat tolol jika kita melihat kebersihan seseorang dari suatu catatan prestasi besarnya. Hal yang luar biasa kadang tidak seindah kelihatannya.Saya berpikir begini : bagaimana mungkin seseorang bisa "bersih" untuk hal - hal yang besar jika untuk hal - hal kecil saja tidak bisa?Dalam masalah korupsi tadi, saya rasa sulit untuk say no kepada korupsi jika dalam hal - hal kecil sejak kita masih anak kemarin sore kita sudah terbiasa berkorupsi. Korupsi waktu, mencontek, tidak jujur, bersiasat, dan hal - hal semacam itu dalam permainan sekalipun membentuk kepribadian seseorang ketika besar.Korupsi sudah menjadi budaya.

Seorang mahasiswa yang selama praktikum memanipulasi data agar supaya laporannya bagus, atau mencontek agar IP nya mendekati 4 ketika diberikan tempat yang basah akan sulit untuk tidak memanfaatkannya. Terimakasih dia memiliki pengetahuan yang cukup untuk memanipulasi dan juga kosa kata akademik yang seburuk - buruknya dia kuasai, cukup buat menjadikan Yudas seorang nabi.

Saya pernah mendengar komentar seseorang di radio yang berkata "coba lain kali rakyat yang jadi pemerintah dan pemerintah yang jadi rakyat, pasti korupsi berkurang"Saya tertawa dari kamar mandi.Bukan masalah siapa yang menjadi siapa, semua orang di tanah ini memiliki peluang yang sama besar buat jadi koruptor. Korupsi bukan suatu hal yang khusus ada dalam pemerintahan dan organisasi, korupsi merupakan budaya yang membentuk attitude kita!
Jika anda begitu berminat buat memberantas korupsi, maka anda sebaiknya ingat bahwa yang harus diberantas bukan hanya oknum - oknum yang menggelapkan uang negara (duh saya agak malas bicara dalam kerangka negara!)memberantas korupsi juga memperbaiki pendidikan, juga mengupayakan sekuat hati untuk menjalankan apa yang kita tahu benar... minimal apa yang diajarkan sama buku agama sama budi pekerti. Ini sulit! sungguh sulit! Saya membatasi tulisan ini dengan tidak membahas kerelativan kebenaran. Contoh gampangnya adalah mencontek, bagaimana mungkin orang yang mengkritik tindakan korupsi ketika ditanya mengapa dia mencontek dan menjawab"Jangan terlalu idealis lah, ini sih sudah bisa hahahhahaha!" Saya ingin sekali menghajar mulutnya kalau badannya tidak jauh lebih kekar dari saya.
Saya kadang merasa dengan semua pemikiran "idealis" yang saya miliki (berapa kali saya bilang kalau saya benci disebut idealis) saya akan mengalami hambatan di kemudian hari, di tempat kerja dan masyarakat. Hahahahaha... tapi saya tidak sendiri, saya yakin banyak orang - orang frustasi seperti saya. Frustasi kata yang tepat! Ya buat orang, kami ini hanya kumpulan pemimpi frustasi yang tidak pernah menginjak realita. Siapa yang akan mempercayai kebenaran yang diutarakan seorang yang telah dicap pelawak?

Saya akan menutup postingan ini
(sumpah deh sulit sekali menulis dalam kerangka yang jelas, sambil memperhatikan alur plot kalau dikejar billing warnet) dengan slogan yang saya sampai hari ini masih percaya....
hmmmm (tarik nafas)......
hufffff(menghisap rokok)...................................................
(chatting dulu di PP).........................................................


Lupa... sampai mana tadi? oya slogan!TIDAK ADA REVOLUSI SOSIAL TANPA REVOLUSI INDIVIDU!!!!
(maaf, diterjemahkan seenaknya)

BENANG KUSUT, STRIKA !!!!


Panca indra saya, kecuali kulit sedang bermasalah akhir - akhir ini. Komputer juga, rusak disana sini, cuman game lah yang bisa dijalanin... hahaha ini komputer atau video game berpentium II saya pikir. Mau berobat, butuh biaya, mau reparasi komputer juga butuh biaya... biaya dalam kamus saya berarti "sesuatu yang saya ngga punya". Oya buat nyelesein skripsi yang SUMPAH ANJING GUE TERLAMBAT LAGI ini juga butuh program yang nuntut komputer canggih, masa sih harus sekalian upgrade, tapi mau numpang orang juga lagi pada sibuk. Mungkin sebenarnya ada alternatif lain terhadap segala sesuatu tanpa harus membayar atau membeli tapi kadang, ah bukan kadang lagi, memang mengkonsumsi sudah dijadikan satu - satunya pemecahan masalah tercepat abad ini. Lalu uangnya? kerja dong! Di mana? nah saya ada perusahaan nih, bonafid! Kalau kamu giat entar juga jadi jutawan, malah lebih!Tuh kan!AAAARRGGH sudahlah saya malas nulis lagi. Makin dipikir kok makin kusut.

APA YANG BISA KUKATAKAN


semua pemimpin adalah pendosa hebat, tapi hey !
bukankah kita semua begitu ?
hidup bukan lagi hidup jika tanpa dosa
apa yang bisa ditawarkan tantangan ?
masalahnya ?
haha..aku butuh itu, sama halnya dengan dosa


maka hidup bukan lagi hidup tanpa adanya masalah !

ANGANKU DIHARI LALU


aku dulu dipenuhi kemarahan, masih bisa terlihat sisanya hingga kini
tapi anganku dulu lembut, jika mengenai rasa sayang
senang bila melihatnya tersenyum
aku dulu pernah jatuh cinta
rasanya seperti patah tulang yang kronis
kalau teringat kembali akan lembutnya anganku dulu...

rupanya aku masih benar-benar cinta
sekarang rasanya masih seperti tulang yang patah
hanya saja, tulang-tulangku seperti terlepas dari kulit
perut terasa diremas-remas entah oleh apa
nafas terambil entah oleh siapa
ya, angan-anganku dulu lembut
anganku hanya ingin
mengemgam tangannya....

GELISAH


Selalu ada sepasang tangan yang memelukku ketika gelisah,tangan yang membelai rambutku dan menempatkan jantungku tepat di dadanya.Dada yang menjerat erat dadaku seolah hendak menenangkan detaknya - erat hingga tak lagi berdetak dan aku tertidur.Sesaat aku terjatuh dalam alunan lullaby yang kau bisikkan di telingaku - sesaat aku menemukan oase bagi dahagaku.Tapi tetap tidak bisa kubunuh kegelisahanku - meski ditikam dalam - dalam.Sampai tulang ini tidak lagi ada padaku, aku akan bernafas dan menderita bersamanya.Aku akan terdera, menjerit, mengamuk dan menangis - bukan berarti aku kalah.Hanya tidak bisa diam.Banyak jiwa - jiwa gelisah di luar sana yang tak bisa ditenangkan dengan sebuah pelukan, dinding penjara bahkan peluru panas.