Friday, July 20, 2007

I DON'T WANNA TO BE GRAND


aku belum mau dibilang tua,
karena tua menurut definisiku ialah saat dimana pinggangmu terasa sakit setelah melakukan slam ke atas kasur spring bed,
dan kamu akan merasa terlalu fragile untuk melakukannya lagi.
mungkin untuk selanjutnya kamu akan menggunakan bantuan tongkat berkepala naga untuk berjalan,
atau cucu ke 13 dari almarhum ayah angkat keponakan tetangga sebelah rumah menuntunmu dari tempat tidur ke toilet dan membersihkan sisa kotoran di sela pantatmu.


menjadi tua itu tidak cool

IFz...........



Kalau hidup ini sebuah game supernintendo,
maka saya akan memencet tombol resetnya
dan mengulang lagi dari awal.

this real


Saya pernah bilang "Semua orang ada saatnya jalan sendiri - sendiri"
Tetapi kepada rokok baru - basidan
kopi manis - kecut tadi malam

Kubilang tidak ada yang bisa menggantikan seorang teman

Seorang Anak yang Meringkuk di Trotoar



Sore tadi, saya menemani teman ke Gramedia untuk mencari kartu ulang tahun. Sebelum memasuki pelataran parkir, saya lihat seorang anak meringkuk di trotoar: wajah legam dan pakaian yang kumal oleh debu jalan dan karbon kendaraan. Kaleng rombeng tempat uang ia taruh di dekat kepalanya. Yang ada di benak saya yang terkutuk ini adalah: Sayang saya tak punya kamera, padahal bagus dijadikan obyek. Pertanyaan saya kemudian adalah apakah yang terlintas di benak setiap orang yang lalu lalang melihat pemandangan itu?

pertanyaannya adalah?


seorang pejalan kaki dengan warna kulit beda, dengan sandal penuh luka.pertanyaannya adalah? terkadang perbedaan tentang warna menjadi begitu penting ketika arah langkah harus tegak sempurna. pertama kita lahir, tanpa nama,lalu hidup, kadang tanpa makna pertanyaannya adalah? seandainya misteri tentang Yang Maha Tegak, selalu memiliki sudut-sudut yang bisa di reinterpretasi dan kadang di rekonstruksi dan dekonstruksi pertanyaannya adalah Apa pantas kita memaksakan sebuah spektrum warna untuk gelombang yang berbeda??:ah sudahlah pasang saja beberapa nama dan warna di atas meja, juga poto keluarga!

Thursday, July 19, 2007

Lima alasan mengapa kapitalis menjual krim pemutih (whitening cream) untuk anda


Karena anda berkulit gelap. Bila anda berkulit pucat atau putih seperti orang-orang di belahan eropa misalnya, kapitalis akan menjual krim yang dapat menjadikan kulit anda menjadi lebih gelap. Poinnya, kapitalis selalu berusaha membuat anda merasa ada yang salah dan nggak nyaman dengan diri anda. Perasaan tidak nyaman (insecure) ini menguntungkan kapitalis. Karena orang-orang yang tidak nyaman seperti ini biasanya akan sangat konsumtif, dan mengkonsumsi produk-produk seperti: mouth freshener, deodorant, pelindung tabir surya, dan bermacam-macam kosmetik. Kulit yang coklat atau gelap adalah seksi dan sensual (juga mengindikasikan kekayaan pigmen, orang-orang berkulit gelap biasanya berasal dari negara-negara tropis yang memiliki cahaya matahari berlimpah sepanjang tahun). Kapitalis nggak suka orang yang menyadari dirinya seksi atau sensual. Orang yang merasa nggak bermasalah dengan penampilan tubuhnya nggak akan mengeluarkan banyak uang untuk produk-produk kecantikan. Agar ada sebuah keseragaman kecantikan universal. Keseragaman seperti ini memudahkan mereka untuk mengendalikan anda. Mereka nggak perlu ngeluarin banyak uang untuk riset macam-macam bila keinginan orang-orang semakin seragam. Krim pemutih adalah satu dari sekian banyak hal nggak penting yang pernah diproduksi oleh kapitalis. Mereka tentunya sangat bangga bila berhasil meyakinkan orang untuk mengkonsumsi produk yang sebenarnya nggak penting, dan untuk ini para kapitalis memang layak mendapatkan Marketing Awards. Yang pasti apapun alasannya, anda akan mengeluarkan uang untuk membeli krim pemutih, dan kapitalis tentunya sangat senang dengan hal ini. :)Jadi boys and gals, dari sekarang berhentilah membeli produk krim pemutih. Nggak ada gunanya. Nggak ada krim ajaib yang bisa menyulap kulit gelap menjadi putih atau kulit putih menjadi gelap. So, bila anda berkulit gelap bersukurlah, karena anda begitu seksi. :)

IS MUSIC POLITICAL?


Musik bukan hanya nada. Ia adalah sebentuk propaganda yang berbahaya: bukan hanya bunyi mendayu-dayu atau hingar-bingar yang menjadi kepuasan hati. Sebentuk perlawanan terhadap kekuasaan yang lalim sehingga alih-alih sensor negara pun bermain sebagai penghambat kreativitas. Lirik yang dianggap "mengganggu stabilitas" atau "meracuni masyarakat" dilarang untuk dinikmati telinga. Musik memang tak langsung menciptakan pergerakan, revolusi atau perubahan ekonomi tapi telah menjadi bagian keseharian untuk menyampaikan pesan bahwa dunia tak melulu cinta: patah hati, jatuh cinta dan antek-antek lainnya. Mendengarkan musik negeri sendiri saat ini, saya hanya berandai-andai: kapankah telinga ini disuguhkan alunan dan nada serta lirik yang "unforgettable" dalam berbagai pilihan genre. Meskipun selera memang sulit diperdebatkan dan musik telah menjadi komposisi tiran industri tapi apakah sebagian besar musisi negeri ini (major label) akan terus menciptakan musik "mainstream" dengan lirik "cinta picisan"?IS MUSIC POLITICAL?

Iklan Baris


Anda ingin masuk surga? Tak butuh iman, ritual ataupun kepribadian sempurna? Belilah produk-produk khotbah dan tips instan kami. Tersedia dalam berbagai jenis paket yang terjangkau. Segera kunjungi website kami di http://www.carainstanmasuksurga.com/

SEMUA BIR DICIPTAKAN HANGAT

Panas ini membuat semua orang cepat marah. Siapapun. Seperti hidup di ruangan luas yang sempit. Tanpa jendela tanpa kipas angin. "Sabar, tenang saja...semua pasti lewat", katanya. Panas ini tidak akan pergi hanya dengan sabar dan sejenisnya. butuh sesuatu untuk mengatasi. Kipas angin atau bir dingin. Sebaiknya pilih yang kedua... Beuh ! Rolling paper habis, saatnya ke percetakan negara. Diluar semua serba silau, tapi ada anginnya. Rasanya lebih baik. Di perempatan ketemu pengemis kecil kusta berwajah rusak. Kasih roti dari dalam tas. "Makasih kak", katanya. Diam saja. Lampu hijau, sebelum pergi bilang dulu ke si pengemis kusta kecil, "nice makeup", lalu mulailah hari yang nakal... Karena bila kembali ke ruangan ini, malam hari jauh lebih panas... Hey ! Rolling paper sudah terisi, jadi ingatlah, hanya ada satu kata : "nice drunk!!!"

jangan datang dulu donk...


jangan datang dulu donk
aku belum siap
tolong diperpanjang deh waktunya
aku sedang berusaha nih
jangan panggil namaku dulu
nanti saja.......
kalo aku sendiri sudah merasa jadi orang baik
saat senyumku sudah habis ku bagi-bagikan
ketika aku sudah mampu tertawa terbahak-bahak

jangan datang dulu donk...

kematian..!!!!